INFO TERBARULouncing Website Dinas Transmigrasi Dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan Selamat Datang Di Website Dinas Transmigrasi Dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan

Pembagian Sertifikat UPT.Pulau Malan SP.1

Bookmark and Share
Selasa, 06 Maret 2018 - 07:54:59 WIB » Diposting oleh : administrator » Hits : 243 » Transmigrasi

Senin 6 Februari 2018 adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh warga Transmigrasi UPT.Pulau Malan SP.1 untuk mendapatkan legalitas hak atas tanah yaitu sertifikat tanah. Setelah menanti selama 13 (tiga belas) tahun lamanya akhirnya warga UPT.Pulau Malan mendapatkan sertifikat tanah tersebut.

Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Katingan khususnya Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Katingan dan Kantor Pertanahan Kabupaten Katingan yang membantu proses tercetaknya sertifikat tanah ini ungkap Juanto warga Transmigrasi UPT.Pulau Malan Sp.1.

Penyerahan sertifikat ini di hadiri langsung oleh Pjs Bupati Drs. Suhaemi dan jajarannya. Dalam sambutan Beliau mengatakan Kepada warga transmigrasi yang menerima sertifikat hak milik tanah, saya ucapkan terimakasih atas kesabaran dan kerjasama dalam mendukung program transmigrasi. Kami sampaikan juga bahwa sertifikat beserta lahanya itu tidak boleh diperjualbelikan atau dipindah tangankan selama 15 tahun. Untuk itu dihimbau sertifiat yang sudah diterima agar disimpan baik-baik. Dirinya menambahkan, kehidupan warga transmigrasi Pulau Malan ini sudah cukup maju dan perkebunan masyarakat juga mulai menghasilkan, tentu juga sarana jalan yang masih perlu dibenahi. Sehingga kedepannya kehidupan masyarakat di transmigrasi Pulau Malan SP.1, akan semakin sejahtera. Perlu diketahui, Berbicara tentang ke transmigrasian, berdasarkan undang-undang nomor 15 tahun 1997 tentang ke transmigrasian, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 29 tahun 2009, tentang perubahan atas undang-undanh nomor 15 tahun 1997, tentang ketransmigrasian. Bahwa transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu wilayah yang padat penduduknya ke daerah wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya sama sekali. Maka dengan seiring perubahan lingkungan strategis di indonesia, transmigrasi dilaksanakan dengan paradigma baru sebagai untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan papan danbmendukung kebijakan energi alternatif ( bio-fuel). Kemudian, mendukung pemerataan investasi keseluruhan wilayah indonesia dan mendukung ketahanan nasional pulau luar dan wilayah perbatasan, serta menyumbang bagi penyelesaian masalah pengangguran dan kemiskinan. Sehingga transmigrasi tidak lagi merupakan program pemindahan penduduk, melainkan upaya untuk pengembangan wilayah.

Berita Lainnya